Slide # 1

Le Banna 1

Lokasi : Jalan Raya Jambu, Semanding, Sumber Sekar, Dau, Malang Read More

Slide # 2

Le Banna 2

Perumahan dengan nuansa kesejukan alam dan pegunungan dekat dengan Islamic Boarding School "Ar-Rohmah" putri Read More

Slide # 3

Le Banna 3

Kenapa memilih LE BANNA RESIDENCE? Kami merencanakan tinggal di LE BANNA RESIDENCE karena anak kami sekolah dekat Ar-Rohmah Putri , Akses tempat kerja kami sangat dekat dengan kampus UMM Read More

Slide # 4

Le Banna 4

Dekat dengan tempat wisata kota Batu dan Malang ,Hunian yang tenang, aman dan nyaman, menurut developer dengan sistem one gate scurity ,Jauh dari kebisingan kendaraan dan udara masih sejuk Read More

Slide # 5

Le Banna 5

Jauh dari kawasan industri, sehinggga sumber air belum tercemar dan alami ,Udara dingin, dan sejuk ,Lingkungan yang islami, smoga menjadi penghuni yang islami. ,Ditunjukkan oleh Allah, mendapatkan LE BANNA RESIDENCE, smoga iktiar kami terwujud, mohon doanya. Read More

Tampilkan postingan dengan label sengkaling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sengkaling. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 April 2015

Kualitas Satpam Perumahan

scrurity atau disebut juga petugas keamanan merupakan salah satu hal yang penting dalam suatu komunitas perumahan. Peran scririty perumahan disini meliputi menjaga keamanan lingkungan, namun sering kita jumpai karena hubungan komunikasi dengan warga terlalu dekat yerkadang juga tidak menjadikan suatu hal yang membuat nyaman dengan warga perumahan, bisa kita lihat terkadang peran scurity terlalu berlebihan, dan terlalu banyak intervensi urusan warga, seperti pengelolaan sampah, inginya di kelola oleh scurity, tidak ada ketaatan dan kepatuhan selayaknya petugas, bisa kita contohkan scurity tidak tanggap apabila ada warga yang kena musibah pencurian, tidak mau turut membantu menyelesaikan masalah justru menghambat dalam proses pelaporan pada pihak berwajib. Hal ini dilakukan karena oknum yang ingin mengambil keuntungan dari warga. Untuk itu diharapkan warga menjaga jarak hubungan komunikasi, agar nilai ketaatan dapat dipegang teguh oleh scurity. Kita boleh memberikan sesuatu seperti makanan, muniman dan uang tambahan, tapi jangan sampai terpengaruh dengan omongan omongan yang propokatif padaan saat komunikasi dengan scurity.
Ada beberapa prosedur kerja yang perlu kita berlakukan untuk scutity:
1. Waktu tugas sebagai keamanan haruus jelas dan tepat waktu.
2. Melakukan keliling atau ronda setiap dua sampai tiga jam sekali. Hal ini jarang dilakukan, biasanya cenderung hanya duduk di pos depan.
3. Melakukan pencatatan kejadian sebagai bahan pelaporan apabila terjadi peristiwa tindak kriminal.
4. Melakukan identifikasi kepada pengunjunng yang tidak dikenal.
5. Mengidentifikasi atau mengenal penghuni perumahan, yang meliputi nama, jumlah keluarga, tempat kerja, kendaraan yang dimiliki dll.
6. Membina hubungan baik dengan babinsa dan polsek tempat perumahan berada.
7. Melaporkan hasil penjagaan secara periodik kepada koordinator lingkungan perumahan.
8. Apabila dalam satu hal petugas berhalangan hadir pada waktunya bertugas, maka yang bersangkutan wajib melapor kepada Ketua dan/atau Pengurus perumahan
9. Pengaturan  Shift Pagi/siang   Pukul : 08:00 s/d 20:00 WIB (12 jam) Shift malam         Pukul : 20:00 s/d 08:00 WIB (12 jam)
10. Memeriksaan Kendaraan Milik Warga atau Tamu Yang Masuk Maupun Keluar Dari Lingkungan Perumahan
dari hal- hal tersebut diatas di perumahan kita apa sudah dilakukan? Scurity perumahan kita apakah sudah memenuhi standar? Apakah scrurity kita loyal dan memiliki rasa sebagai warga perumahan? Hanya anda sendiri yang dapat mengevaluasi.

Minggu, 15 Februari 2015

Adab menempati rumah baru


Salah satu karunia yang Allah SWT berikan kepada seorang hamba yakni rumah. Karenanya, orang yang mendapatkan rumah baru hendaknya menjadikannnya sebagai ladang kebaikan dan ibadah serta tenpat berdzikir pada-Nya, bukan sebagai tempat maksiat.

Berkaitan dengan menempati rumah baru, terdapat beberapa adab yang dianjurkan, diantaranya :
1. Bersyukur kepada Allah SWT atas karunia-Nya berupa rumah baru yang ia peroleh.
Firman Allah SWT :
"Ingatlah ketika Tuhanmu mengumumkan ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka seseungguhnya azab-Ku sangat pedih” (QS. Ibrahim : 7)

2. Ketika masuk rumah baru membaca “Masya Allah laa Quwwata illa billaah” (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).
Ibnu Qayyim menjelaskan dalam Al Wabilus Shayyib, bahwa seseorang yang hendak masuk rumah atau kebun hendaknya membaca kalimat diatas sebagai bentuk rasa syukur atas nikamat Allah SWT. Hal ini didasarkan pada firman Allah :
“Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu ‘Masya Allah, laa quwwata illaa billaah’, sekalipun kamu anggap akan lebih sedikit darimu dalam harta dan keturunan" (QS. Al-Kahfi : 39)

Rasulullah SAW bersabda,
“Jika Allah memberi kepada seorang hamba nikmat kebaikan terhadap keluarga, harta, atau anak, kemudian dia membaca ‘Masya Allah, laa quwwata illaa billaah’ maka dia tidak akan melihat adanya cacat dalam nikmat selain kematian” (HR. At-Tabrani)

3. Syukuran rumah baru.
Sebagai bentuk menyempurnakan rasa syukur, kita dianjurkan untuk mengadakan walimah, mengundang orang lain untuk makan-makan. Walimah ini sering diistilahkan dengan Al-Wakirah. Sebagian ulama sangat menganjurkan hal ini, diantaranya AL-Imam As-Syafi’i. Beliau mengatakan “Di antara bentuk walimah adalah AL-Wakirah. Saya tidak memberi kelonggaran untuk meninggalkannya” (Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwatiyah, 8/207)

4. Tidak terlalu khawatir dengan gangguan yang ada.
Biasanya, orang yang akan menempati rumah baru ada yang merasa khawatir dengan makhluk halus yang kemungkinan sudah menghuni rumah tersebut. Menyikapi hal ini, sikap yang terbaik tentu menghilangkan kekhawatiran tersebut dan bersikap biasa saja, Sikap tidak peduli, ternyata menjadi cara ampuh untuk untuk mengusir syetan. Setan, sebagaimana manusia, ketika dia mengganggu kemudian tidak menggubris. Dia akan bosan untuk mengganggu. Sebaliknya jika diperhatikan, dia semakin menjdai-jadi dalam menggoda.

5. Banyak membaca AL-Qur’an, khususnya Surat Al-Baqarah.
Rumah yang baru ditempati hendaknya sering dibacakan surat Al-Baqarah agar tidak didatangi syetan. Rasulullah bersabda :
“Bacalah surat Al-Baqarah di rumah-rumah kalian, karena sesungguhnya syetan itu tidak masuk ke dalam rumah yang dibaca di dalamnya surat  Al-Baqarah” (HR. AL-Hakim)

6. Ketika menutup pintu membaca basmallah.
Dari Jabir bin Abdillah, Nabi SAW memberikan banyak saran agar kita tidak diganggu syetan. Rasulullah SAW bersabda, “Tutuplah pintu, dan sebutlah nama Allah. Karena syetan tidak akan membuka pintu yang tertutup (yang disebut nama Allah)” (HR. Muslim dan Bukhari). http://infoislamdaily.blogspot.com

Perhatikan Sebelum Menempati Rumah Baru

Pindah ke rumah baru adalah sebuah keputusan besar. Hal itu tentunya membutuhkan biaya dan usaha. Yang terpenting ketika Anda sudah menempati rumah baru ingin nyaman untuk ditinggali kan? Nah, berikut Sharing di Sini Yang Harus Anda Perhatikan Sebelum Menempati Rumah Baru. 
1. Fasilitas Listrik
Selalu periksa apakah arus listrik dari rumah baru Anda sudah tersambung dengan baik. Sambungan listrik merupakan hal vital dari sebuah rumah. Anda tidak mungkin hidup tanpa listrik bukan? Pastikan lampu di rumah Anda berfungsi dengan baik dan tidak ada satu bohlam yang terputus. Perhatikan juga watt pada lampu, jangan terlalu redup atau terlalu terang di suatu ruangan.
2. Fasilitas Air dan Toilet
Sebelum Anda pindah rumah baru, pastikan juga air. Apakah sudah tersedia / belum di rumah baru Anda. Jangan sampai setelah segalanya siap, Anda kebingungan ketika akan mencuci barang, cuci tangan, mandi dan buang air besar/kecil. Periksa kebocoran pada pipa dan keran. Keran bocor menyebabkan pemborosan air dan tentu saja tagihan listrik/tagihan air anda juga akan melonjak naik. Air adalah sumber daya yang sangat berharga sehingga Anda harus pandai dalam memanfaatkannya. Tidak kalah penting adalah memeriksa fasilitas toilet, apakah toilet lancar dan sudah langsung dapat digunakan, dengan sistem pengguyur otomatis, atau manual. Pastikan pipa pembuangan tidak tersumbat.
3. Periksa Atap
Periksa pada atap, apakah ada yang bocor? Apakah atap sudah tertutup dengan baik. Jika tidak, bisa saja rumah Anda dijadikan sarang tikus karena atap Anda berlubang. Tidak itu saja, dikhawatirkan saat hujan, air akan merembes dari atap dan bocor, sehingga air berkubang di dalam ruangan.
4. Perhatikan space ruangan 
Anda perlu memastikan bahwa semua perabotan Anda akan cocok ke rumah baru ini. Jika luasan ruangan tidak cukup, utamakan perabotan yang terpenting dahulu. Sebelum Anda membeli perabotan, alangkah baiknya menyurvei apakah perabotan itu cocok ditempatkan di rumah baru Anda. Untuk rumah masa kini yang cenderung minimalis, hendaknya pilih perabot yang ringan dan tidak memakan tempat.
5. Periksa Dinding
Setelah rumah baru Anda jadi, atau Anda membeli rumah second hand, sebelum Anda tempati ada baiknya mengecek kondisinya saat hujan. Jika dinding menjadi basah dan lembap karena saat hujan merembes sampai ke dinding. Nah, langkah sebaiknya adalah Anda mengecat ulang dengan lapisan cat anti air / anti bocor terlebih dahulu. Hal ini menghindari bau cat ketika rumah sudah keburu Anda tinggali dan repot memindah-mindahkan barang berulang kali.
6. Tirai
Pastikan jendela Anda diberi tirai atau gorden. Hal ini bertujuan agar Anda memiliki privasi setelah pindah ke rumah baru Anda. Selain itu tirai bisa menghalangi teriknya sinar matahari saat siang. Dan masalah keamanan dan kenyamanan di malam hari.
7. Pemandangan balkon atau jendela
Terkadang balkon atau jendela tidak hanya untuk sirkulasi udara saja. Namun untuk menikmati pemandangan di sekitar rumah. Pastikan posisi jendela atau balkon menghadap di pemandangan yang tepat, jangan sampai mengarah pada pemandangan yang tidak sesuai.
8. Ventilasi
Lubang angin / ventilasi sangat penting dilihat dari sudut pandang kebersihan dan kesehatan. Jadi pastikan rumah Anda memiliki dua jendela dan  pintu. Sirkulasi udara dan ventilasi cahaya membuat lingkungan di rumah sehat, karena cukup sinar matahari, sehingga meminimalkan kuman dan penyakit. Untuk kenyamanan yang lebih, ada baiknya Anda menutup lubang-lubang angin dan ventilasi dengan kasa nyamuk agar meminimal nyamuk yang masuk di dalam rumah.
9. Pagar dan Tralis
Selain jendela dan gorden, tidak lengkap jika belum dipasang teralis. Teralis besi sangat penting, karena demi faktor keamanan anda dan keluarga di rumah. Jika lingkungan rumah Anda bukan cluster, sebaiknya pasang pagar besi/pintu gerbang besi untuk rumah Anda.
10. Tetangga
Poin terakhir tidak kalah penting. Jika Anda ingin pindah di rumah baru, ada baiknya melihat, apakah pemukiman di sekitar rumah sudah terbentuk. Paling tidak, Anda memiliki beberapa tetangga. Ini untuk kenyamanan dan keamanan Anda sekeluarga. Jika Anda berdinas di luar kota atau berlibur sekeluarga, paling tidak tetangga adalah orang yang terdekat yang bisa dimintai tolong dan sebagai sarana interaksi sosial rukun tetangga dan rukun warga. http://sharingdisini.com

Royal Orchid Sengkaling mulai membangun

Sudah beberapa bulan ini royal orchid Sengkaling mulai membangun infrastrukturnya, sudah terlihat ada pembangunan jembatan dan material untuk proses ekplorasi kedalam. Royal Orchid Sengkaling menggagas perumahan bernuansa natural, ramah lingkungan dan bebas polusi, hal ini terlihat dengan desain rumah dan taman-taman yang banyak di sudut-sudut jalan beserta lahan terbuka. dengan kontur terasiring memanjakan pemilik untuk menikmati indahnya gunung arjuna dan gunung panderman. berikut liputanya.

Terlihat view yang indah dan sejuk :)


terlihat dari depan, alat berat meratakan tanah

material sudah siap di gunakan

Tenda Pemasaran di depan lokasi

 Hamparan lokasi yang luas dengan kontur berbukit
maaterial batu diperoleh dari lokasi

Senin, 09 Februari 2015

Lebanna Residence masuk indeks googleMap

Lebanna residence saat ini sudah terdaftar di google map, sehinggga memudahkan para pengunjung untuk menuju lokasi perumahan tersebut. hal ini juga sudah dicoba dengan mengunakan kendaraan TAXI Citra, Perdana, Argo di wilayah malang dan batu sudah terindex dengan baik. silahkan apabila anda order by phone Taxi yang anda inginkan akan segera meluncur kearah anda.


 

Selasa, 06 Januari 2015

Lokasi yang dihindari dalam membeli rumah


Banyak orang salah persepsi dalam memilih dan menentukan lokasi hunian yang baik, strategis dan nyaman adalah selalu dekat dengan kota, hal ini memang ada benarnya karena akses kemana-mana sepertinya mudah, namun dengan perkembangan perkotaan hal ini ternyata sudah banyak memilih daerah yang agak jauh dari kota kurang lebih radius 20 km dari kota.

dari beberapa responden, mengatakan bahwa membeli rumah diera saat ini harus dipetimbangkan:
1. dekat dengan tempat kerja
2. akses jalan keluar dan masuk lokasi rumah mudah dan gampang (tidak macet)
  • Jalan lingkungan, apakah cukup lebar paling tidak untuk dua mobil yang bersimpangan. standar jalan perumahan menurut peraturan yang ada yaitu : lebar 8 m untuk kecepatan 60km/jam  lebar 7 m untuk kecepatan 40km/jam  lebar 5-6 m untuk kecepatan 30km/jam, kurang dari itu sdh tidak layak untuk jalan kendaraan roda 4.
  • Saluran drainase/ selokan, apakah memenuhi criteria cepat kering karena mempunyai suatu elevasi tertentu sehingga tidak menyebabkan comberan tergenang didepan rumah kita dan juga perlu diperhatikan apakah kira kira akan mampu mengalirkan air hujan.
3. usahakan di daerah perumahan, karena penghuni kesadaran terhadap peraturan cenderung patuh.
3a. diperumahan layanan untuk order/pesan lebih mudah dikenal dan diakses seperti TAXI Citra, Mandala, Argo, fast food Pizza Hut, MCdonald, Bakso, Nasi goreng, belanja antar jemput dll
4. cari perumahan yang lokasinya berdekatan dengan fasilitas sosial, pendidikan.
5. Lebanna residence, puncak permata sengkaling, royal orchid adalah pilihan yang tepat karena dekat dengan kota wisata, kota malang, pariwisata, kampus. rata-rata dapat ditempuh sekitar 7 km


berikut ini hal hal yang dihindari dalam membeli rumah/perumahan: (http://asriman.com)
  • Dekat rumah sakit, rentan terhadap penyakit menular dari pasien
  • Dekat sungai, ada kemungkinan abrasi dan banjir
  • Dekat pom bensin, khawatir terhadap bahaya kebakaran
  • Dekat turunan dan tanjakan, rentan terhadap kecelakaan lalu lintas, karena di turunan laju kendaraan lebih kencang dan lokasi tanjakan dibutuhkan konsentrasi pengemudi
  • Dekat atau di bawah sutet, khawatir terhadap radiasi dan bahaya robohnya menara sutet
  • Dekat pabrik, khawatir terhadap polusi dan bising suara pabrik dari karyawan dan bunyi mesin pabrik
  • Pemakaman, khawatir terhadap air tanah dan aura pemakaman
  • Lebih rendah dari jalan, gampang terjadi genangan dan banjir
  • Akses jalan masuk kecil, khawatir kesulitan masuk dan keluar lokasi dan macet
  • Akses jalan masuk jalan tanah, rentan terhadap banjir dan terkesan kotor dan becek
  • Tanah sawah, diperlukan waktu tambahan untuk pengeringan fisik dan perubahan peruntukan dari sawah ke pemukiman pada instansi terkait
  • Lokasi setelah perumahan lain, jika berbarengan dalam pemasaran maka konsumen lebih memilih lokasi yang lebih dekat
  • Dekat komplek militer, sering latihan militer dan suara tembakan
  • Dekat lembaga pemasyarakatan, berbahaya jika ada napi yang kabur dan konotasi negatif terhadap lokasi
  • Dekat pembuangan sampah, polusi udara atau bau yang kurang sedap dan penyebaran penyakit
  • Dekat lokasi peternakan, khawatir terjangkit wabah dari hewan ternak, seperti flu burung, dll
  • Dekat lokalisasi, konotasi negatif terhadap lokasi dan berpengaruh terhadap perkembangan anak
  • Jalan satu arah, kesulitan akses dari dan keluar lokasi
  • Di pinggir jalan tol, berisik karena suara kendaraan sepanjang hari
  • Banyak preman nongkrong, khawatir terhadap keamanan
  • Dekat menara BTS, khawatir robohnya menara jika terjadi kecelakaan atau bencana alam
  • Daerah banjir, jangan deh…


Rabu, 03 Desember 2014

Tata tertib warga Lebanna Residence

Draft/ konsep sementara

PERATURAN TENTANG TATA TERTIB LINGKUNGAN PERUMAHAN LEBANNA RESIDENCE

I. PENDAHULUAN

  • Bahwa Perumahan PERUMAHAN LEBANNA RESIDENCEadalah suatu kawasan pemukiman “tertutup” yang secara fisik terpisah dengan kawasan pemukiman lainnya karena dibatasi dengan pagar tembok.
  • Bahwa penciptaan kawasan hunian “tertutup” pada dasarnya ditujukan untuk memberikan nilai lebih kepada para penghuninya yaitu adanya Keamanan, Kenyamanan dan Ketertiban yang lebih besar dibandingkan dengan kawasan hunian “terbuka”.
  • Bahwa untuk menunjang tercapainya tujuan penciptaan kawasan hunian tertutup yaitu adanya Keamanan, Kenyamanan dan Ketertiban diperlukan seperangkat peraturan yang dibuat sendiri oleh warga penghuni.  Oleh karenanya peraturan dimaksud pada dasarnya merupakan Kesepakatan Bersama diantara warga penghuni yang dilandasi oleh semangat Kekeluargaan, sehingga sesuai dengan sifatnya sebagai suatu Kesepakatan Bersama, maka tanggung jawab terhadap keberhasilan pelaksanaan peraturan dengan sendirinya melekat pada semua warga penghuni.

Berdasarkan hal-hal tersebut diatas maka disusunlah PERATURAN TENTANG TATA TERTIB LINGKUNGAN PERUMAHAN PERUMAHAN LEBANNA RESIDENCE selanjutnya disebut PERATURAN, yang merupakan perumusan dari Kesepakatan Bersama diantara segenap Warga PERUMAHAN LEBANNA RESIDENCE

II. DEFINISI

Kata-kata tersebut dibawah ini yang tercantum didalam PERATURAN mempunyai arti sebagai berikut :

  • Warga : adalah orang yang secara hukum mempunyai hak untuk menguasai Tanah Kavling dan/atau Bangunan yang terletak didalam kawasan perumahan PERUMAHAN LEBANNA RESIDENCE;
  • Lingkungan :adalah jalan umum, bangunan umum, taman umum, taman disamping dan atau didepan tiap bangunan rumah tinggal yang terletak didalam kawasan perumahan PERUMAHAN LEBANNA RESIDENCE;
  • Musyawarah Warga :adalah pertemuan diantara warga yang diselenggarakan oleh warga dan/atau Pengurus Kerukunan Warga;
  • Ikatan Kerukunan Warga PERUMAHAN LEBANNA RESIDENCE adalah organisasi yang dibentuk dari, oleh dan untuk warga sebagai wadah yang mengatur semua kegiatan warga yang berhubungan dengan lingkungan  perumahan PERUMAHAN LEBANNA RESIDENCE
  • Manajemen Pengelola : adalah pengurus suatu badan pengelola lingkungan perumahan PERUMAHAN LEBANNA RESIDENCE yang dibentuk warga berdasarkan musyawarah warga dan beranggotakan dari warga perumahan PERUMAHAN LEBANNA RESIDENCE


III. PERATURAN UMUM


  1. Setiap warga mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan dalam bidang kebersihan, perawatan taman dan keamanan;
  2. Setiap warga mempunyai hak yang sama untuk memanfaatkan semua fasilitas lingkungan seperti : jalanan umum, taman umum, dan fasilitas umum lainnya;
  3. Setiap warga mempunyai kewajiban yang sama untuk mentaati semua ketentuan yang tertuang dalam PERATURAN.
  4. Setiap warga wajib tanggap terhadap keadaan dan kejadian yang ada disekitar rumahnya yang diperkirakan akan menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban dengan   segera melaporkan kepada petugas keamanan yang sedang bertugas untuk kemudian laporan tersebut diteruskan kepada Ketua dan atau Pengurus.


IV. PERATURAN TENTANG KETERTIBAN


  1. Setiap warga tidak diperkenankan memelihara dan atau melepas hewan peliharaan, sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan gangguan dan bahaya bagi warga lainnya;
  2. Setiap warga tidak diperkenankan membunyikan suara-suara seperti, tetapi tidak terbatas pada suara kendaraan bermotor, klakson mobil/motor, musik dan sebagainya sedemikian rupa sehingga dapat menimbulkan gangguan bagi warga lainnya.
  3. Setiap warga dihimbau untuk tidak memarkir kendaraan bermotornya di depan rumah warga lain tanpa seijin warga pemilik rumah tersebut.;
  4. Setiap kendaraan bermotor yang masuk dalam dan ataupun keluar lingkungan perumahan PERUMAHAN LEBANNA RESIDENCEagar hati-hati dalam mengemudi kendaraannya dan memperlambat kecepatannya untuk menghindari terjadinya bahaya kecelakaan;
  5. Setiap warga yang berkehendak untuk melaksanakan suatu acara yang mengundang tamu yang mengendarai kendaraan bermotor diwajibkan untuk memberitahukan terlebih dahulu kegiatannya tersebut kepada pengurus PERUMAHAN LEBANNA RESIDENCE
  6. Setiap warga yang merasa terganggu oleh tindakan tetangga sekelilingnya tidak diperkenankan untuk mengambil tindakan sendiri, melainkan harus melaporkan gangguan dimaksud kepada Ketua dan atau Pengurus;


V. PERATURAN TENTANG KEAMANAN


  1. Setiap warga penghuni perumahan PERUMAHAN LEBANNA RESIDENCE wajib menyampaikan data identitas diri dan identitas keluarga yang lengkap kepada Ketua atau Pengurus.
  2. Setiap warga yang mempekerjakan tenaga kerja dirumahnya seperti, tetapi tidak terbatas kepada : pembantu rumah tangga, penjaga rumah, pegawai bangunan dan sebagainya, diwajibkan untuk melaporkan keberadaan tenaga kerja dimaksud lengkap dengan data  identitas diri kepada Ketua atau Pengurus.;
  3. Setiap warga yang berkehendak untuk bepergian meninggalkan rumah dalam keadaan kosong dalam jangka waktu  1 X 24 jam atau lebih, dan diwajibkan untuk untuk melaporkan kepada Ketua atau pengurus
  4. Setiap warga yang menerima tamu yang menginap dan atau lebih dari 1 X 24 Jam atau lebih diwajibkan untuk melaporkan keberadaan tamu dimaksud lengkap dengan data identitas diri kepada Ketua atau Pengurus;
  5. Setiap warga diwajibkan segera melaporkan kepada Satuan Pengamanan yang bertugas untuk kemudian diteruskan kepada Ketua atau Pengurus dan atau Koordinator Keamanan, apabila terjadi pencurian dan/atau kebakaran dirumahnya dan/atau keributan disekitar rumahnya dan/atau melihat orang asing yang diindikasikan dapat mengganggu ketertiban dan keamanan warga;
  6. Setiap warga wajib mematikan lampu dan membuka kaca jendela kendaraan roda 4 baik kendaraan pribadi ataupun taxi dan membuka helm bagi kendaraan roda 2 pada saat melewati pintu keluar masuk POS keamanan perumahan PERUMAHAN LEBANNA RESIDENCE.
  7. Setiap tamu yang memasuki perumahan PERUMAHAN LEBANNA RESIDENCEwajib melaporkan kehadirannya dan menunjukkan identitas diri kepada petugas Satuan Pengamanan pada pintu keluar masuk POS keamanan perumahan PERUMAHAN LEBANNA RESIDENCE

VI. KEBERSIHAN


  1. Setiap warga wajib menjaga, merawat dan memlihara rumah tinggalnya agar tetap bersih, rapi dan tidak kumuh.
  2. Setiap warga dihimbau untuk menghemat penggunan air tanah dan apabila digunakan   untuk kegiatan seperti, tetapi tidak terbatas pada mecuci mobil, menyiram dan sebagainya dapat diatur agar tidak menimbulkan becek dan genangan air di jalan yang dapat menimbulkan kerusakan pada jalan umum.


VII. PERATURAN TENTANG ORGANISASI PENGELOLA LINGKUNGAN

Guna menjamin terlaksananya pengelolaan lingkungan maka dibentuk organisasi pengelola lingkungan dengan tingkatan kekuatan (hirarki) pengambilan keputusan sebagai berikut :
Musyawarah Warga;
Rapat Pengurus

  • seorang ketua dipilih dan ditetapkan dalam musyawarah warga. Musyawarah Warga dianggap Quorum dan sah menetapkan keputusan yang mengikat warga, apabila sekurang-kurangnya dihadiri ½+1 dari jumlah seluruh warga PERUMAHAN LEBANNA RESIDENCE untuk pertemuan pertama, dan apabila quorum tidak tercapai maka dilakukan pertemuan kedua dimana quorum dianggap memenuhi syarat atas berapapun jumlah warga yang hadir dan keputusan yang diambil dinyatakan sah dan mengikat.


  • Musyawarah Warga diselenggarakan sekurang-kurangnya 1 (satu) kali dalam 1 (satu) bulan, tetapi apabila dipandang perlu dapat diselenggarakan lebih dari 1 (satu) kali.
  • Masa Bakti Kepengurusan ditetapkan selama 2 (dua) tahun untuk setiap periode kepengurusan.
  • Jumlah pengurus dan struktur organisasi dapat disusun dan dibentuk sesuai dengan kebutuhan.
  • Setiap keputusan dalam Musyawarah Warga ditetapkan secara musyawarah dengan berlandaskan azas kekeluargaan.


VIII. PERATURAN TENTANG PEMBIAYAAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN


  1. Semua kegiatan pengelolaan lingkungan dibiayai oleh dan dari Iuran Warga yang dihimpun dalam Kas. Iuran warga merupakan kewajiban dan mengikat setiap warga PERUMAHAN LEBANNA RESIDENCE
  2. Pengurus dapat mencari sumber-sumber dana lain yang bertujuan untuk lebih meningkatkan pelayanan lingkungan sepanjang tidak melanggar ketentuan dan tata tertib yang ada;
  3. Setiap pengeluaran Kas Warga yang digunakan untuk membiayai kegiatan pengelolaan lingkungan akan dilaksanakan berdasarkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya Tahunan yang disusun oleh Pengurus berdasarkan musyawah warga;
  4. Pengurus berkewajiban untuk melaporkan realisasi penggunaan Kas Warga secara periodik minimal 1 kali setahun.
  5. Setiap warga wajib untuk membayar Iuran Warga yang besarnya ditetapkan berdasarkan keputusan Musyawarah Warga.
  6. Pengurus wajib menyampaikan laporan pertanggung jawaban keuangan dan kegiatan kepada musyawarah warga pada akhir masa kepengurusan.


IX. PERATURAN PERALIHAN / PENUTUP :
Segala sesuatu yang belum cukup dan/atau tidak diatur oleh ketentuan dalam PERATURAN ini dan/atau setiap perubahan terhadap ketentuan dalam PERATURAN ini akan diatur kemudian dalam Peraturan Tambahan yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari PERATURAN ini dan dinyatakan mengikat setiap warga setelah disahkan dalam Musyawarah Warga.
Malang,…………………………2014




Pos satpam Lebanna Residence

pos jaga di perumahan adalah hal yang wajib ada, dengan adanya pos jaga akan terlihat strata atau karakter dari perumahan itu sendiri. Dilihat dari fungsinya sangatlah penting bagi warga perumahan, karena dengan pos jaga beserta petugas satpam akan memberikan rasa aman dan nyaman bagi penghuninya.
pos jaga diperumahan selayaknya ada karena sebagai media pengamanan dan informasi bagi tamu yang akan berkunjung di lokasi perumahan, hal- hal yang perlu ada meliputi petugas keamanan yang memahami lokasi dan identitas penghuni, ruang tunggu dan jaga, meja kursi, kamar mandi plus WC, perlengkapan keamanan seperti lampu senter, borgol, handy talky, seragam dan atributnya, tongkat pengaman, stun gun kalo ada, pintu portal.
untuk meningkatkan kinerja petugas dalam pengamanan perlu diatur sistem sift yaitu siang dan malam.

Senin, 29 September 2014

Migrasi dari Perum Joyogrand ke Lebanna Residence

Mengangkut barang dari Joyogrand LL 20 ke Lebanna residence

salah satu ruang tamu pasca pindah rumah
Ruang tamu saat pindahan


Ruang tamu Lebanna

Pindah rumah merupakan hal yang mendebarkan dan menyenangkan karena berharap ada perubahan baru dalam hidup kita. Berikut ini tips pindah rumah yang harus kita pahami :
Sebulan Sebelumnya
Beritahu pihak bank, asuransi, dan perusahaan lain yang biasanya mengirim surat tagihan atau pemberitahuan kepada Anda sekeluarga soal rencana Anda pindah rumah. Jangan lupa berikan alamat tempat tinggal Anda yang baru. Jangan lupa urus surat pindah ke kantor pemerintah.
Hubungi perusahan jasa angkutan pindah, jika Anda berencana membutuhkan jasa mereka. Jika tidak, cari mobil pengangkut barang-barang Anda.
Bersihkan seluruh rumah baru Anda, dari mulai ruang tamu, kamar tidur, hingga dapur, hingga kamar mandi. Singkirkan barang-barang yang nantinya tidak berguna. Ada baiknya Anda juga mulai merapikan taman hingga saat hari H rumah tidak terlihat berantakan. Cek instalasi telepon, air, dan listrik. Panggil tukang jika ada masalah.
Tiga Minggu Sebelumnya
Mulai melakukan pengepakan barang yang akan dibawa ke rumah baru. Lakukan mulai dari barang-barang yang sudah tidak digunakan untuk hari-hari ke depan hingga Anda pindah. Lakukan secara bertahap hingga semua berang masuk kardus. Buang barang-barang yang sudah tidak berguna dan Anda pakai lagi. Setelah pengepakan, lakukan pelabelan dan invetarisi kardus hingga Anda mudah jika kelak mencarinya.
Bersihkan kamar dan ruangan sebelum Anda pergi.
Seminggu Sebelumnya
Cek dan konfirmasi perusahaan jasa pindah atau perusahaan yang menyewakan mobil pengangkut. Beritahu tetangga dan pengurus RT  lama bahwa Anda akan pindah. Selain pamit Anda sebaiknya meberikan alamat rumah baru, siapa tahu ada surat atau orang mencari Anda di alamat lama. Tentukan menu makanan saat akan pindah.
Saat Hari H
Inventero dan ceck list barang-barang yang sudah masuk ke truk atau mobil pengangkut. Pastikan semua barang sudah terangkut. Awasi saat pengangkutan barang-barang khususnya barang-barang mudah pecah,  hewan pelihatraan, dan barang anak-anak. Tempatkan barang-barang tersebut  berada dalam posisi yang aman di dalam truk.
Buka semua pintu dan jendela saat Anda memasukkan barang-barang ke rumah baru. Mulailah membuka satu-satu dus barang Anda dan menatannya sesuai yang Anda rencanakan. Jika semua sudah selesai, luangkan waktu sejenak untuk mencoba. Rasakan apakah penataan furnitur sudah nyaman dan sesuai keinginan Anda.. jangan lupa, sebagai pengguni baru, Anda sebaiknya berkenalan dengan tetangga dan melapor ke pengurus RT atau RW.
Selamat berpindah tanpa repot (http://www.tabloidnova.com)

Minggu, 01 Desember 2013

Tata letak ruangan sebuah rumah muslim

 
Tata letak ruangan sebuah rumah muslim

1. rumah muslim terbebas dari gambar dan anjing. “Malaikat tidak akan memasuki rumah yang didalamnya terdapat anjing dan gambar” (HR. Bukhari dan Muslim).
2. sebisa mungkin terdapat ruangan khusus untuk melaksanakan shalat, sehingga terjaga kebersihannya.
3. terpisah antara kamar orang tua dan anak-anak jika telah mereka telah dewasa.
4. hiasan-hiasan yang ada (jika menginginkan) adalah berupa kalimat-kalimat dzikir yang disyariatkan, agar anak-anak lebih mengenal agamanya semenjak dini dan juga untuk menunjukkan identitas Islami.
Demikaianlah beberapa hal, yang dapat dijadikan pertimbangan untuk membangun sebuah rumah agar tercipta kenyamanan dalam keluarga Islam.

Tips Membangun dan Membina Rumah yang Islami

Dalam membangun rumah yang Islami, sebetulnya dalam Islam ada beberapa petunjuk untuk itu. Di antaranya:

Tetangga yang Baik
Pilihlah rumah di antara tetangga yang baik (kecuali jika anda adalah da’i yang ingin melakukan perbaikan).
Pilihlah tetangga (lihat calon tetangganya atau lingkungannya dulu) sebelum memilih rumah. Dalam suatu hadis nabi disebutkan : ”Pilihlah kawan perjalanan sebelum memilih jalan dan siapkan bekal sebelum berangkat (bepergian).” (HR. Al Khatib)
Nabi Saw berdoa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk di tempat pemukiman. Sesungguhnya tetangga-tetangga orang-orang Badui suka berpindah-pindah. ” (HR. Ibnu ‘Asakir)

Tiap empat puluh rumah adalah tetangga-tetangga, yang di depan, di belakang, di sebelah kanan dan di sebelah kiri (rumahnya). (HR. Ath-Thahawi) .
Usahakan agar tetangga anda cukup makannya:
Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu. (HR. Al Bazzaar)

Hendaknya rumah cukup luas (tidak terlampau luas, tapi juga tidak terlampau sempit).
Di antara kebahagiaan seorang muslim ialah mempunyai tetangga yang shaleh, rumah yang luas dan kendaraan yang meriangkan. (HR. Ahmad dan Al Hakim)
Rumah yang terlampau luas, misalnya 400 m2 lebih, cenderung menghasilkan ”Rumah Gedong” di mana tetangga satu tidak kenal dengan tetangga lainnya. Para penghuni masing-masing asyik di dalam ”Istana” mereka.
Sebaliknya rumah yang terlalu sempit, misalnya kurang dari 50 m2 cenderung membuat penghuninya tidak betah di rumah sehingga akhirnya banyak menghabiskan waktunya mengobrol/gosip dengan para tetangganya.
Luas rumah yang ideal (pertengahan) adalah sekitar 100-200 m2.
Jangan Membangun Rumah Megah
Dalam membangun rumah, janganlah terlalu mewah sehingga jadi bermegah-megahan. Ini tidak disukai Allah dan merupakan satu sifat dari orang-orang yang buruk di akhir zaman. Hal ini sesuai dengan Al-Quran dan hadis nabi:
”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” [At Takaatsur:1]
Ketika ditanya tanda-tanda har kiamat Nabi menjawab: ”Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan dengan gedung” [HR. Muslim]
Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba dengan bangunan-bangunan yang megah. (HR. Bukhari)

Jangan membangun rumah yang terlampau tinggi (misalnya sampai 4 tingkat) sehingga akhirnya tetangga tidak mendapat sinar matahari atau angin.
Ketika ditanya tanda-tanda hari kiamat Nabi menjawab: “Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat.” [HR. Muslim]

Buatlah Rumah yang Baik
“…menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk…” [Al A’raaf:157]
Katakanlah: “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan. ” [Al Maa-idah:100]
Rumah yang baik adalah rumah yang sehat.
Yaitu jendelanya cukup sehingga sinar matahari bisa masuk dan tidak lembab. Ini juga bisa menghemat listrik karena siang hari tak perlu menyalakan lampu. Selain itu ventilasinya juga harus baik sehingga udara segar bisa masuk ke dalam rumah. Jarak antara lantai dan atap sebaiknya agak tinggi (minimal 2,5 meter) sehingga tidak terlalu panas.

Rumah juga harus kuat dan aman.
Misalnya dengan menggunakan beton bertulang, rumah jadi lebih aman jika misalnya terjadi gempa. Jika menggunakan kayu, pilih kayu yang kuat serta beri anti rayap sehingga tidak mudah kropos. Harus diperhatikan apakah rumah tersebut rawan dari kebakaran atau tidak.

Sebaiknya rumah minimal terdiri dari 3 kamar.
Satu untuk suami-istri, satu untuk anak laki-laki, dan satu lagi untuk anak perempuan. Banyak kasus incest terjadi karena kamarnya hanya satu sehingga pria-wanita bercampur.
Hendaknya aurat dari lawan jenis (kecuali suami-istri) terpelihara dengan pembagian kamar yang baik.
”Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu” [An Nuur:58]

Buatlah Rumah yang Indah
Allah senang keindahan. Manusia pun banyak yang suka akan keindahan. Oleh karena itu buatlah rumah yang indah. Tapi ingat, keindahan tidak sama dengan kemewahan atau kemegahan.
Sesungguhnya Allah indah dan senang kepada keindahan. Bila seorang ke luar untuk menemui kawan-kawannya hendaklah merapikan dirinya. (HR. Al-Baihaqi)

Rumah Harus Bermanfaat atau Fungsional
Selain indah setiap bagian rumah juga harus bermanfaat/fungsional. Jadi tidak hanya sekedar estetis tapi tidak bermanfaat.
Dari Abu Hurairoh ra, dia berkata: “Rosululloh SAW bersabda: “Sebagian tanda dari baiknya keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat.” (Hadits hasan, diriwayatkan Tirmidzi dan lainnya)

WC Jangan Mengarah/Membelakangi Kiblat
Dari Abu Ayyub Al-Anshari ra.: Bahwa Nabi saw. bersabda: Apabila engkau ke WC, janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya ketika kencing atau buang air besar, tetapi menghadaplah ke timur atau ke barat. (Shahih Muslim No.388)
Usahakan agar rumah anda mengarah ke kiblat. Jika tidak, sebaiknya tempat shalat anda tidak mengarah ke WC.
Usahakan di rumah ada shower atau kran air, sehingga anda bisa mandi/wudlu dengan lebih sempurna dengan air yang
mengalir.
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah seseorang di antara kamu mandi dalam air yang tergenang (tidak mengalir) ketika dalam keadaan junub.” Dikeluarkan oleh Muslim.
Sebaiknya tempat wudlu dipisah dari WC sehingga anda leluasa membaca doa sebelum atau sesudah wudlu.

Rumah Harus Bersih
Rumah yang kotor tidak sehat. Karena akan mengundang berbagai penyakit. Oleh karena itu rumah harus bersih dan mudah dibersihkan.
Sesungguhnya Allah baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, murah hati dan senang kepada kemurahan hati, dermawan dan senang kepada kedermawanan. Karena itu bersihkanlah halaman rumahmu dan jangan meniru-niru orang-orang Yahudi. (HR.Tirmidzi)
Penjelasan:
Orang-orang Yahudi suka menumpuk sampah di halaman rumah.
Jangan Menaruh Patung di dalam Rumah Umar berkata, “Kami tidak memasuki gereja-gerejamu karena patung-patung dan gambarnya itu.” [HR. Bukhari]
Ibnu Abbas shalat di dalam biara (tempat ibadah agama lain) kecuali biara yang ada patung di dalamnya. [HR. Bukhari]

Jangan Memelihara Anjing
Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa memiliki anjing selain anjing penjaga ternak dan anjing pemburu maka setiap hari pahala amalnya berkurang dua qirath. (Shahih Muslim No.2940)
Peliharalah Anak Yatim
Jika anda berkelebihan, asuhlah anak yatim dan perlakukanlah dengan baik.
Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh) dengan baik, dan seburuk-buruk rumah kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim tapi anak itu diperlakukan dengan buruk. (HR. Ibnu Majah)

Tanamlah Pohon agar Teduh dan Sejuk
Tanamlah pohon di rumah anda sehingga rumah anda teduh dan mendapat udara segar dari oksigen yang dikeluarkan pohon tersebut. Kenyamanan naungan pohon ini digambarkan Allah sebagai berikut:
“Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.” [Al Insaan:14]
Jika rumah anda luas mungkin anda bisa menanam pohon besar yang kuat seperti pohon asem. Jika sedang, bisa menanam pohon ukuran sedang seperti rambutan atau mangga. Hindari pohon besar yang rapuh dan berbahaya seperti pohon angsana. Banyak korban jiwa karena tertimpa pohon tersebut ketika terjadi badai/angin kencang.

Dalam perencanaan bangunan sebaiknya diperhatikan :a). Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kenyaman dan kemampuan mental dan fisik penghuni : radiasi matahari, kesilauan, temperatur dan perubahan temperatur, curah hujan, gerakan udara, pencemaran udara; b). Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keselamatan bangunan : gempa bumi, badai, hujan lebat dan banjir, gelombang pasang; c). Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kerusakan bangunan dan pelapukan bahan bangunan lebih awal : faktor-faktor pada butir (b), intensitas radiasi matahari yang kuat, kelembaban udara dan kondensasi yang tinggi, badai debu dan pasir, dan kandungan garam dalam udara.

Demikian halnya rumah merupakan nikmat Allah SWT, ketenangan jiwa merupakan tujuan adanya tempat tinggal dengan perencanaan tata ruang dalam yang terkait dengan kebutuhan ruang karena jumlah anggota keluarga, pilihan jumlah perabot dan peralatan rumah tangga juga untuk menunjang kesenangan dan ketenangan. Bisakah ketenangan atau ketentraman tampak bila di dalamnya banyak percekcokan dan permusuhan, atau terisi oleh tata cara jahiliyah?.
Agar dapat diterima secara universal maka perlu diperhatikan : a). Menyesuaikan antara wujud tampang bangunan (gaya arsitektur) dengan disain tata ruang dalam, sehingga suasana ruang dalam akan menyatu dengan pilihan model perabotan; b). Berlebihan pada tampilan ruang dalam karena tidak terencana dengan baik, karena sewaktu-waktu jika bosan mudah dirubah; c). Terdapat beberapa rancangan perabotan dari merek yang terkenal, ternyata kurang nyaman pada ukuran dengan besaran ruang;
d). Ketergantungan pada produk serba mekanis, sehingga terjadinya krisis energi yang sebenarnya untuk kenyamanan semata.

Harapan Wujud Rumah Tinggal Secara Arsitektur Islami antara lain:
a). Orientasi atau sumbu imajiner tempat sholat diutamakan menghadap QIBLAT, sehingga garis tersebut siku 90 derajat terhadap perencanaan tata ruang dalam rumah tinggal. (Yunus ayat 87 ”…dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat untuk shalat…”;
b). Ketinggian pagar halaman depan sebaiknya tidak tertutup penuh tampang bangunan (solusi disain), agar dapat memperlihatkan wujud bangunan dengan ciri rumah tinggal secara jelas (bukan maksud riya’). Perlu ada perbedaan yang tegas pada disain antara pagar bangunan sebagai pembatas atau pengaman;
c). Secara ideal luas bangunan berkisar antara 40%-60% dari luas lahan dengan ketentuan : ada sempadan depan dan belakang dengan halaman; lebih asri jika halaman di rencanakan adanya taman, sehingga setiap sisa tanah tidak tertutup bangunan yang berfungsi sebagai serapan air hujan; jika memungkinkan ada jarak bangunan minimal 1 meter pada kiri-kanan bangunan, untuk sirkulasi udara dan kemudahan jika terjadi kebakaran.

Penempatan septicktank dan sumur peresapan di dalam halaman sendiri; saluran air kotor depan rumah tinggal selalu di perhatikan kebersihan dan kelancaran air pembuangan; saluran air kotor harus tertutup dan tidak rusak; Tidak menggunakan halaman umum dan tetangga untuk keperluan penempatan bahan bangunan jika saatnya ada pelaksanaan.
Ketinggian bangunan sebaiknya menyesuaikan kebutuhan ruang di dalam agar proses pelaksanaan tidak mengganggu tetangga, apalagi dinding bangunan yang bersebelahan sengaja dibuat lubang angin atau jendela; Penempatan jemuran yang berada di lantai ke 2 sebaiknya nyaman dan aman pandangan tetangga; Penempatan tempat sampah sebaiknya terecana, tertutup dari pandangan dan dihalaman sendiri.

Pembagian ruang terdiri atas daerah (zonning), guna kejelasan posisi dan karakter masing-masing ruang diantaranya
ruang publik : akses jalan utama;
ruang semi publik : halaman dan terras depan;
ruang semi private : ruang tamu;
ruang private sedang : ruang keluarga, ruang makan;
ruang private : ruang tidur utama dan anak;
ruang sakral dan: ruang sholat;
ruang profan : kamar mandi dan wc .

Posisi penempatan Water Closed (kamar kecil) dihindari untuk tidak menghadap dan membelakangi kiblat. (HR. Muslim: “Jika kamu jongkok untuk melakukan hajat, maka janganlah menghadap dan membelakangi arah kiblat”).
Jika perlu?, ruang tidur utama dekat dengan km/wc atau (direncanakan km/wc dalam) selama dapat menjaga kebersihan dan sirkulasi udara nyaman, atau dapat direncanakan pada bagian belakang.

Ruang makan sebaiknya dihindari pandangan langsung dari ruang tamu atau dengan penyekat transparan. Posisi pintu utama rumah tinggal sebaiknya tidak menghadap langsung ke jalan umum guna menghindarkan pandangan langsung dari jalan umum. Alternatif penempatan bisa dilakukan dengan serong atau kesamping.
Hal ini memang harus diwujudkan dengan bahasa disain, karena masing-masing pemilik mempunyai konsep tinggal arsitek harus mampu menjawab keingingan pemilik.

Semua pintu ruang tidur sebaiknya tidak menghadap langsung ke ruang tamu, demikian pintu km/wc jika perlu ada penutup tambahan atau tirai. (HR. Abu Daud : Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Nabi Muhammad SAW, bersabda “Barangsiapa melaksanakan hajatnya, maka hendaklah bertutup-tutup”.

Penerangan ruang dalam sebaiknya lebih banyak sinar alami, jika ada penerangan buatan secukupnya. Penempatan jendela dan lubang sirkulasi disesuaikan dengan luas ruang yang di pakai, sebaiknya ada sirkulasi udara sebagai pergantian udara sekaligus untuk mengeringkan ruang yang lembab.

Tata ruang dalam rumah tinggal sangat terkait dengan karakter si pemilik, sehingga pilihan perabotan tidak semudah dipilih berdasarkan selera hasil disain produk walaupun merek terkenal dan mampu membeli.

Pemasangan asesoris gambar sebagai pelengkap ruang sebaiknya dengan kaligrafi untuk menampilkan ciri sebagai orang Islam, jika dpilih gambar pemandangan agar suasana lebih sejuk. “Nabi Muhammad SAW bersabda:” Telah datang malaikat Jibril kepadaku; “tadi malam aku datang kepadamu, tetapi aku terhalang untuk masuk karena di pintu rumahmu ada gorden bergambar patung-patung dan didalam rumah ada anjing” HR. Bukhari dan Muslim).

Dekorasi masing-masing ruang tentunya disesuaikan dengan karakter ruangnya. Pemilihan warna pada finishing akhir dinding dan asesoris sebaiknya dipikirkan lebih teliti agar terhindar dari warna yang ramai.

Setiap mengawali pada semua aktifitas lakukan do’a dan rumah selalu digunakan untuk sholat berjama’ah sekeluarga.

Senin, 21 Oktober 2013

Tips membeli rumah di perumahan


 Ketika kita memutuskan untuki membeli rumah maka akan ada banyak penawaran lokasi perumahan yang harus kita pilih, dan ketika kita sudah menentukan perumahan mana yang akan dipilih maka masih harus memilih rumah mana yang akan dibeli. untuk bisa memilih dengan tepat maka diperlukan pengetahuan tentang beberapa kriteria rumah terbaik, o.k langsung saja kita mulai dengan membuat daftar hal-hal yang barangkali bisa menjadi pertimbangan untuk menemukan rumah idaman.

  1. Pilih lokasi perumahan yang bebas banjir, lokasi strategis dan punya prospek pengembangan wilayah yang bagus kedepanya.
  2. Pilih rumah yang letaknya dekat fasos/fasilitas sosial atau disebut juga dengan fasum/fasilitas umum, karena area ini banyak peminatnya dan harga jualnya cenderung lebih tinggi dengan kenaikan cepat dibanding rumah yang berlokasi di gang hadap-hadapan.
  3. Rumah hadap timur juga banyak peminatnya karena akan mendapat sinar matahari pagi diteras rumah dan halaman depan rumah tidak panas ketika siang hari.
  4.  Membeli rumah adalah membeli lingkungan, oleh karena itu perlu diperhatikan bagaimana kondisi lingkungan dan budaya masyarakat sekitar, hal ini akan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan dalam menghuni rumah tersebut, apabila kita mempunyai anak juga akan mempengaruhi pola pendidikan untuk buah hati.
  5. Sesuaikan perumahan yang dipilih dengan kepribadian, perumahan elit biasanya warganya cenderung tak kenal tetangga karena sibuk masing-masing, sedangkan perumahan sederhana akan lebih besar kemungkinan tumbuhnya rasa kekeluargaan dan persatuan antar warga.
  6. Biaya hidup diperumahan itu biasanya lebih tinggi dibanding perkampungan, karena akan ada iuran kebersihan, keamanan, kematian, listri, air dll. oleh karena itu perlu disesuaikan dengan kemampuan keuangan keluarga.
  7. Menyelidiki siapa calon tetangga, karena bertetangga dengan orang baik akan sangat mendukung kenyamanan aktifitas keluarga sehari-hari.