Slide # 1

Le Banna 1

Lokasi : Jalan Raya Jambu, Semanding, Sumber Sekar, Dau, Malang Read More

Slide # 2

Le Banna 2

Perumahan dengan nuansa kesejukan alam dan pegunungan dekat dengan Islamic Boarding School "Ar-Rohmah" putri Read More

Slide # 3

Le Banna 3

Kenapa memilih LE BANNA RESIDENCE? Kami merencanakan tinggal di LE BANNA RESIDENCE karena anak kami sekolah dekat Ar-Rohmah Putri , Akses tempat kerja kami sangat dekat dengan kampus UMM Read More

Slide # 4

Le Banna 4

Dekat dengan tempat wisata kota Batu dan Malang ,Hunian yang tenang, aman dan nyaman, menurut developer dengan sistem one gate scurity ,Jauh dari kebisingan kendaraan dan udara masih sejuk Read More

Slide # 5

Le Banna 5

Jauh dari kawasan industri, sehinggga sumber air belum tercemar dan alami ,Udara dingin, dan sejuk ,Lingkungan yang islami, smoga menjadi penghuni yang islami. ,Ditunjukkan oleh Allah, mendapatkan LE BANNA RESIDENCE, smoga iktiar kami terwujud, mohon doanya. Read More

Minggu, 01 Desember 2013

Tata letak ruangan sebuah rumah muslim

 
Tata letak ruangan sebuah rumah muslim

1. rumah muslim terbebas dari gambar dan anjing. “Malaikat tidak akan memasuki rumah yang didalamnya terdapat anjing dan gambar” (HR. Bukhari dan Muslim).
2. sebisa mungkin terdapat ruangan khusus untuk melaksanakan shalat, sehingga terjaga kebersihannya.
3. terpisah antara kamar orang tua dan anak-anak jika telah mereka telah dewasa.
4. hiasan-hiasan yang ada (jika menginginkan) adalah berupa kalimat-kalimat dzikir yang disyariatkan, agar anak-anak lebih mengenal agamanya semenjak dini dan juga untuk menunjukkan identitas Islami.
Demikaianlah beberapa hal, yang dapat dijadikan pertimbangan untuk membangun sebuah rumah agar tercipta kenyamanan dalam keluarga Islam.

Tips Membangun dan Membina Rumah yang Islami

Dalam membangun rumah yang Islami, sebetulnya dalam Islam ada beberapa petunjuk untuk itu. Di antaranya:

Tetangga yang Baik
Pilihlah rumah di antara tetangga yang baik (kecuali jika anda adalah da’i yang ingin melakukan perbaikan).
Pilihlah tetangga (lihat calon tetangganya atau lingkungannya dulu) sebelum memilih rumah. Dalam suatu hadis nabi disebutkan : ”Pilihlah kawan perjalanan sebelum memilih jalan dan siapkan bekal sebelum berangkat (bepergian).” (HR. Al Khatib)
Nabi Saw berdoa: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari tetangga yang buruk di tempat pemukiman. Sesungguhnya tetangga-tetangga orang-orang Badui suka berpindah-pindah. ” (HR. Ibnu ‘Asakir)

Tiap empat puluh rumah adalah tetangga-tetangga, yang di depan, di belakang, di sebelah kanan dan di sebelah kiri (rumahnya). (HR. Ath-Thahawi) .
Usahakan agar tetangga anda cukup makannya:
Tiada beriman kepadaku orang yang bermalam (tidur) dengan kenyang sementara tetangganya lapar padahal dia mengetahui hal itu. (HR. Al Bazzaar)

Hendaknya rumah cukup luas (tidak terlampau luas, tapi juga tidak terlampau sempit).
Di antara kebahagiaan seorang muslim ialah mempunyai tetangga yang shaleh, rumah yang luas dan kendaraan yang meriangkan. (HR. Ahmad dan Al Hakim)
Rumah yang terlampau luas, misalnya 400 m2 lebih, cenderung menghasilkan ”Rumah Gedong” di mana tetangga satu tidak kenal dengan tetangga lainnya. Para penghuni masing-masing asyik di dalam ”Istana” mereka.
Sebaliknya rumah yang terlalu sempit, misalnya kurang dari 50 m2 cenderung membuat penghuninya tidak betah di rumah sehingga akhirnya banyak menghabiskan waktunya mengobrol/gosip dengan para tetangganya.
Luas rumah yang ideal (pertengahan) adalah sekitar 100-200 m2.
Jangan Membangun Rumah Megah
Dalam membangun rumah, janganlah terlalu mewah sehingga jadi bermegah-megahan. Ini tidak disukai Allah dan merupakan satu sifat dari orang-orang yang buruk di akhir zaman. Hal ini sesuai dengan Al-Quran dan hadis nabi:
”Bermegah-megahan telah melalaikan kamu” [At Takaatsur:1]
Ketika ditanya tanda-tanda har kiamat Nabi menjawab: ”Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan dengan gedung” [HR. Muslim]
Belum akan datang kiamat sehingga manusia berlomba-lomba dengan bangunan-bangunan yang megah. (HR. Bukhari)

Jangan membangun rumah yang terlampau tinggi (misalnya sampai 4 tingkat) sehingga akhirnya tetangga tidak mendapat sinar matahari atau angin.
Ketika ditanya tanda-tanda hari kiamat Nabi menjawab: “Seorang budak wanita melahirkan nyonya besarnya. Orang-orang tanpa sandal, setengah telanjang, melarat dan penggembala unta masing-masing berlomba membangun gedung-gedung bertingkat.” [HR. Muslim]

Buatlah Rumah yang Baik
“…menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk…” [Al A’raaf:157]
Katakanlah: “Tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu, maka bertakwalah kepada Allah hai orang-orang berakal, agar kamu mendapat keberuntungan. ” [Al Maa-idah:100]
Rumah yang baik adalah rumah yang sehat.
Yaitu jendelanya cukup sehingga sinar matahari bisa masuk dan tidak lembab. Ini juga bisa menghemat listrik karena siang hari tak perlu menyalakan lampu. Selain itu ventilasinya juga harus baik sehingga udara segar bisa masuk ke dalam rumah. Jarak antara lantai dan atap sebaiknya agak tinggi (minimal 2,5 meter) sehingga tidak terlalu panas.

Rumah juga harus kuat dan aman.
Misalnya dengan menggunakan beton bertulang, rumah jadi lebih aman jika misalnya terjadi gempa. Jika menggunakan kayu, pilih kayu yang kuat serta beri anti rayap sehingga tidak mudah kropos. Harus diperhatikan apakah rumah tersebut rawan dari kebakaran atau tidak.

Sebaiknya rumah minimal terdiri dari 3 kamar.
Satu untuk suami-istri, satu untuk anak laki-laki, dan satu lagi untuk anak perempuan. Banyak kasus incest terjadi karena kamarnya hanya satu sehingga pria-wanita bercampur.
Hendaknya aurat dari lawan jenis (kecuali suami-istri) terpelihara dengan pembagian kamar yang baik.
”Hai orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan wanita) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum sembahyang subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian (luar)mu di tengah hari dan sesudah sembahyang Isya’. (Itulah) tiga ‘aurat bagi kamu” [An Nuur:58]

Buatlah Rumah yang Indah
Allah senang keindahan. Manusia pun banyak yang suka akan keindahan. Oleh karena itu buatlah rumah yang indah. Tapi ingat, keindahan tidak sama dengan kemewahan atau kemegahan.
Sesungguhnya Allah indah dan senang kepada keindahan. Bila seorang ke luar untuk menemui kawan-kawannya hendaklah merapikan dirinya. (HR. Al-Baihaqi)

Rumah Harus Bermanfaat atau Fungsional
Selain indah setiap bagian rumah juga harus bermanfaat/fungsional. Jadi tidak hanya sekedar estetis tapi tidak bermanfaat.
Dari Abu Hurairoh ra, dia berkata: “Rosululloh SAW bersabda: “Sebagian tanda dari baiknya keislaman seseorang ialah meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat.” (Hadits hasan, diriwayatkan Tirmidzi dan lainnya)

WC Jangan Mengarah/Membelakangi Kiblat
Dari Abu Ayyub Al-Anshari ra.: Bahwa Nabi saw. bersabda: Apabila engkau ke WC, janganlah menghadap kiblat atau membelakanginya ketika kencing atau buang air besar, tetapi menghadaplah ke timur atau ke barat. (Shahih Muslim No.388)
Usahakan agar rumah anda mengarah ke kiblat. Jika tidak, sebaiknya tempat shalat anda tidak mengarah ke WC.
Usahakan di rumah ada shower atau kran air, sehingga anda bisa mandi/wudlu dengan lebih sempurna dengan air yang
mengalir.
Dari Abu Hurairah Radliyallaahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Janganlah seseorang di antara kamu mandi dalam air yang tergenang (tidak mengalir) ketika dalam keadaan junub.” Dikeluarkan oleh Muslim.
Sebaiknya tempat wudlu dipisah dari WC sehingga anda leluasa membaca doa sebelum atau sesudah wudlu.

Rumah Harus Bersih
Rumah yang kotor tidak sehat. Karena akan mengundang berbagai penyakit. Oleh karena itu rumah harus bersih dan mudah dibersihkan.
Sesungguhnya Allah baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, murah hati dan senang kepada kemurahan hati, dermawan dan senang kepada kedermawanan. Karena itu bersihkanlah halaman rumahmu dan jangan meniru-niru orang-orang Yahudi. (HR.Tirmidzi)
Penjelasan:
Orang-orang Yahudi suka menumpuk sampah di halaman rumah.
Jangan Menaruh Patung di dalam Rumah Umar berkata, “Kami tidak memasuki gereja-gerejamu karena patung-patung dan gambarnya itu.” [HR. Bukhari]
Ibnu Abbas shalat di dalam biara (tempat ibadah agama lain) kecuali biara yang ada patung di dalamnya. [HR. Bukhari]

Jangan Memelihara Anjing
Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Barangsiapa memiliki anjing selain anjing penjaga ternak dan anjing pemburu maka setiap hari pahala amalnya berkurang dua qirath. (Shahih Muslim No.2940)
Peliharalah Anak Yatim
Jika anda berkelebihan, asuhlah anak yatim dan perlakukanlah dengan baik.
Sebaik-baik rumah kaum muslimin ialah rumah yang terdapat di dalamnya anak yatim yang diperlakukan (diasuh) dengan baik, dan seburuk-buruk rumah kaum muslimin ialah rumah yang di dalamnya terdapat anak yatim tapi anak itu diperlakukan dengan buruk. (HR. Ibnu Majah)

Tanamlah Pohon agar Teduh dan Sejuk
Tanamlah pohon di rumah anda sehingga rumah anda teduh dan mendapat udara segar dari oksigen yang dikeluarkan pohon tersebut. Kenyamanan naungan pohon ini digambarkan Allah sebagai berikut:
“Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya.” [Al Insaan:14]
Jika rumah anda luas mungkin anda bisa menanam pohon besar yang kuat seperti pohon asem. Jika sedang, bisa menanam pohon ukuran sedang seperti rambutan atau mangga. Hindari pohon besar yang rapuh dan berbahaya seperti pohon angsana. Banyak korban jiwa karena tertimpa pohon tersebut ketika terjadi badai/angin kencang.

Dalam perencanaan bangunan sebaiknya diperhatikan :a). Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kenyaman dan kemampuan mental dan fisik penghuni : radiasi matahari, kesilauan, temperatur dan perubahan temperatur, curah hujan, gerakan udara, pencemaran udara; b). Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi keselamatan bangunan : gempa bumi, badai, hujan lebat dan banjir, gelombang pasang; c). Faktor-faktor yang dapat menyebabkan kerusakan bangunan dan pelapukan bahan bangunan lebih awal : faktor-faktor pada butir (b), intensitas radiasi matahari yang kuat, kelembaban udara dan kondensasi yang tinggi, badai debu dan pasir, dan kandungan garam dalam udara.

Demikian halnya rumah merupakan nikmat Allah SWT, ketenangan jiwa merupakan tujuan adanya tempat tinggal dengan perencanaan tata ruang dalam yang terkait dengan kebutuhan ruang karena jumlah anggota keluarga, pilihan jumlah perabot dan peralatan rumah tangga juga untuk menunjang kesenangan dan ketenangan. Bisakah ketenangan atau ketentraman tampak bila di dalamnya banyak percekcokan dan permusuhan, atau terisi oleh tata cara jahiliyah?.
Agar dapat diterima secara universal maka perlu diperhatikan : a). Menyesuaikan antara wujud tampang bangunan (gaya arsitektur) dengan disain tata ruang dalam, sehingga suasana ruang dalam akan menyatu dengan pilihan model perabotan; b). Berlebihan pada tampilan ruang dalam karena tidak terencana dengan baik, karena sewaktu-waktu jika bosan mudah dirubah; c). Terdapat beberapa rancangan perabotan dari merek yang terkenal, ternyata kurang nyaman pada ukuran dengan besaran ruang;
d). Ketergantungan pada produk serba mekanis, sehingga terjadinya krisis energi yang sebenarnya untuk kenyamanan semata.

Harapan Wujud Rumah Tinggal Secara Arsitektur Islami antara lain:
a). Orientasi atau sumbu imajiner tempat sholat diutamakan menghadap QIBLAT, sehingga garis tersebut siku 90 derajat terhadap perencanaan tata ruang dalam rumah tinggal. (Yunus ayat 87 ”…dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat untuk shalat…”;
b). Ketinggian pagar halaman depan sebaiknya tidak tertutup penuh tampang bangunan (solusi disain), agar dapat memperlihatkan wujud bangunan dengan ciri rumah tinggal secara jelas (bukan maksud riya’). Perlu ada perbedaan yang tegas pada disain antara pagar bangunan sebagai pembatas atau pengaman;
c). Secara ideal luas bangunan berkisar antara 40%-60% dari luas lahan dengan ketentuan : ada sempadan depan dan belakang dengan halaman; lebih asri jika halaman di rencanakan adanya taman, sehingga setiap sisa tanah tidak tertutup bangunan yang berfungsi sebagai serapan air hujan; jika memungkinkan ada jarak bangunan minimal 1 meter pada kiri-kanan bangunan, untuk sirkulasi udara dan kemudahan jika terjadi kebakaran.

Penempatan septicktank dan sumur peresapan di dalam halaman sendiri; saluran air kotor depan rumah tinggal selalu di perhatikan kebersihan dan kelancaran air pembuangan; saluran air kotor harus tertutup dan tidak rusak; Tidak menggunakan halaman umum dan tetangga untuk keperluan penempatan bahan bangunan jika saatnya ada pelaksanaan.
Ketinggian bangunan sebaiknya menyesuaikan kebutuhan ruang di dalam agar proses pelaksanaan tidak mengganggu tetangga, apalagi dinding bangunan yang bersebelahan sengaja dibuat lubang angin atau jendela; Penempatan jemuran yang berada di lantai ke 2 sebaiknya nyaman dan aman pandangan tetangga; Penempatan tempat sampah sebaiknya terecana, tertutup dari pandangan dan dihalaman sendiri.

Pembagian ruang terdiri atas daerah (zonning), guna kejelasan posisi dan karakter masing-masing ruang diantaranya
ruang publik : akses jalan utama;
ruang semi publik : halaman dan terras depan;
ruang semi private : ruang tamu;
ruang private sedang : ruang keluarga, ruang makan;
ruang private : ruang tidur utama dan anak;
ruang sakral dan: ruang sholat;
ruang profan : kamar mandi dan wc .

Posisi penempatan Water Closed (kamar kecil) dihindari untuk tidak menghadap dan membelakangi kiblat. (HR. Muslim: “Jika kamu jongkok untuk melakukan hajat, maka janganlah menghadap dan membelakangi arah kiblat”).
Jika perlu?, ruang tidur utama dekat dengan km/wc atau (direncanakan km/wc dalam) selama dapat menjaga kebersihan dan sirkulasi udara nyaman, atau dapat direncanakan pada bagian belakang.

Ruang makan sebaiknya dihindari pandangan langsung dari ruang tamu atau dengan penyekat transparan. Posisi pintu utama rumah tinggal sebaiknya tidak menghadap langsung ke jalan umum guna menghindarkan pandangan langsung dari jalan umum. Alternatif penempatan bisa dilakukan dengan serong atau kesamping.
Hal ini memang harus diwujudkan dengan bahasa disain, karena masing-masing pemilik mempunyai konsep tinggal arsitek harus mampu menjawab keingingan pemilik.

Semua pintu ruang tidur sebaiknya tidak menghadap langsung ke ruang tamu, demikian pintu km/wc jika perlu ada penutup tambahan atau tirai. (HR. Abu Daud : Dari Abu Hurairah r.a. berkata, Nabi Muhammad SAW, bersabda “Barangsiapa melaksanakan hajatnya, maka hendaklah bertutup-tutup”.

Penerangan ruang dalam sebaiknya lebih banyak sinar alami, jika ada penerangan buatan secukupnya. Penempatan jendela dan lubang sirkulasi disesuaikan dengan luas ruang yang di pakai, sebaiknya ada sirkulasi udara sebagai pergantian udara sekaligus untuk mengeringkan ruang yang lembab.

Tata ruang dalam rumah tinggal sangat terkait dengan karakter si pemilik, sehingga pilihan perabotan tidak semudah dipilih berdasarkan selera hasil disain produk walaupun merek terkenal dan mampu membeli.

Pemasangan asesoris gambar sebagai pelengkap ruang sebaiknya dengan kaligrafi untuk menampilkan ciri sebagai orang Islam, jika dpilih gambar pemandangan agar suasana lebih sejuk. “Nabi Muhammad SAW bersabda:” Telah datang malaikat Jibril kepadaku; “tadi malam aku datang kepadamu, tetapi aku terhalang untuk masuk karena di pintu rumahmu ada gorden bergambar patung-patung dan didalam rumah ada anjing” HR. Bukhari dan Muslim).

Dekorasi masing-masing ruang tentunya disesuaikan dengan karakter ruangnya. Pemilihan warna pada finishing akhir dinding dan asesoris sebaiknya dipikirkan lebih teliti agar terhindar dari warna yang ramai.

Setiap mengawali pada semua aktifitas lakukan do’a dan rumah selalu digunakan untuk sholat berjama’ah sekeluarga.

Menentukan ukuran ruang kamar yang ideal

 
 
Anda ingin merencanakan sebuah rumah yang ideal? Berikut ukuran rumah ideal bagi anda yang berencana ingin membangun rumah:
 
1 kamar tidur utama (min. 3 x 4 m) = 12 m2
2 kamar tidur anak (min. 3 x 3 m) = 9 m2
1 kamar tidur tamu ( 3 x 3 m) = 9 m2
1 kamar tidur pembantu (2 x 3 m) = 6 m2
1 ruang tamu (min 3 x3 m) = 9 m2
1 ruang keluarga (min. 3 x 5 m) = 15 m2
1 ruang makan ( 3 x 3 m) = 9 m2
1 dapur (3 x 3 m) = 9 m2
1 garasi mobil (3 x 5 m ) = 15 m2
3 kamar mandi/wc 3 x (2.5 x 1.5 m) = 12 m2
1 gudang (2 x 3 m) = 6 m2
2 Serambi (depan  & belakang) = 12 m2
Jumlah = 123 m2 bangunan
 
Lahan yang diperlukan :
Bangunan : 123 m2
Halaman depan = 36 m2
Halaman belakang 18 m2
Jumlah lahan = 177 atau idealnya 200 m2
 
Usahakan lebar lahan minimum 9 m' dan maksimum 12 m. Kalau lebih dari 12 m' untuk luas tanah 200 m2 menjadi kurang bagus untuk dibangun rumah, sebab bentuknya akan memanjang.
 
Jika anda membangun rumah sesuai kebutuhan, pasti anda sekeluarga akan menemukan kenyamanan serta tidak membuang-buang kocek lebih.

Proses Pembangunan Lebanna Residence

Biasanya konsumen setelah melengkapi persyaratan pembelian rumah sering menanyakan kenapa pemesanan unit rumah belum segera dibangun oleh pihak depelover, padah sudah dipenuhi persyatan orde bangun. dalam proses pembangunan rumah biasanya developer melakukan beberapa hal:
1. memastikan orde bangun sudah ada, dikatakan orde bangun, karena persyaratan administrasi dan uang muka bangunan sudah ada.
2. Kepastian Pihak KPR
3. Lokasi yang siap bangun
4. personil / tukang bangunan yang memadai
5. Proses pengerjaan selesai sekitar 4 - 6 bulan
6. Kondisi cuaca, apabila cuaca cerah, tidak hujan peroses pengerjaan lebiah cepat selesai